Delegasi UIKA Bogor Berpartisipasi dalam IMSO 2025 di Malaysia, Indonesia Tuan Rumah Berikutnya

13 Oktober 2025 • Oleh Universitas Ibn Khaldun Bogor

Kedah, Malaysia – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor melalui Program Studi Pendidikan Matematika turut berpartisipasi dalam ajang 22nd International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2025 yang diselenggarakan pada 5–9 Oktober 2025 di Al Bukhary International University (AIU), Kedah, Malaysia. Kegiatan bergengsi ini diikuti oleh peserta dari 23 negara lintas benua dan dibuka secara resmi oleh His Royal Highness (HRH) The Crown Prince of Kedah, Tengku Sarafudin Badlishah Ibni Al Aminul Karim Sultan Sallehuddin.

 

Ketua IMSO sekaligus Kaprodi Pendidikan Matematika UIKA Bogor, Dr. H. Raden Ridwan Hasan Saputra, M.Si, dalam sesi pembukaan menyampaikan laporan kegiatan dan menegaskan pentingnya ajang olimpiade internasional sebagai wadah pengembangan potensi generasi muda di bidang sains dan matematika. Ia juga menekankan bahwa IMSO memiliki nilai strategis dalam memperkuat jejaring kerja sama antarnegara di bidang pendidikan dasar. “IMSO bukan hanya ajang kompetisi akademik, tetapi juga ruang untuk membangun persahabatan lintas budaya dan menumbuhkan semangat kolaborasi global,” ujar Dr. Ridwan.

 

Ajang IMSO 2025 diikuti oleh negara-negara dari Asia, Afrika, Eropa, hingga Amerika, termasuk Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, India, Bangladesh, Ghana, Bulgaria, dan Amerika Serikat. Delegasi Indonesia terdiri dari 24 peserta tingkat sekolah dasar kelas 5 dan 6 dari berbagai kota di Indonesia. Dalam kompetisi ini, Indonesia berhasil meraih 22 medali yang terdiri atas 1 emas, 8 perak, 13 perunggu, dan 2 penghargaan partisipan—pencapaian yang kembali menegaskan konsistensi prestasi Indonesia dalam kancah olimpiade sains internasional.

 

Selain kompetisi utama, rangkaian kegiatan IMSO juga menghadirkan The 2nd International Conference on Mathematics, Sciences, and Technology Education (ICMSTE) pada 7 Oktober 2025 di kampus AIU. Konferensi ini dibuka oleh Dr. Ridwan dan menghadirkan pembicara dari berbagai negara seperti Singapura, Maroko, Iran, Thailand, dan Malaysia. Forum ilmiah tersebut menjadi wadah pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat kontribusi akademik UIKA Bogor di level internasional.

 

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Popy Novita Pasaribu, Kepala International and National Collaboration Office (INCO) UIKA Bogor, menjalin kesepakatan kerja sama antara UIKA dan Al Bukhary International University (AIU) di bidang tridarma perguruan tinggi, khususnya penelitian bersama di bidang pendidikan, ekonomi, dan bisnis. Selain itu, Kaprodi Pendidikan Matematika bersama Kepala INCO juga melakukan audiensi dengan Lembaga Zakat Negeri Kedah (LZNK) untuk membahas potensi program magang internasional bagi mahasiswa UIKA. LZNK melalui Kepala Urusan SDM-nya menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapan untuk menerima mahasiswa UIKA dalam program magang sebagai bentuk kolaborasi lintas negara di bidang pendidikan dan sosial keagamaan.

 

Pada sesi penutupan, dilakukan penyerahan bendera IMSO kepada Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan IMSO ke-23 tahun 2026. Penyerahan dilakukan oleh Dr. Ridwan Hasan Saputra kepada Didik Suhardi, Ph.D, Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal PP Muhammadiyah sekaligus Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

 

Partisipasi UIKA Bogor dalam ajang IMSO 2025 ini menjadi momentum penting dalam memperluas kiprah internasional universitas, tidak hanya di bidang kompetisi akademik, tetapi juga dalam membangun kolaborasi riset dan kemitraan strategis lintas negara. Kiprah ini menegaskan komitmen UIKA Bogor sebagai perguruan tinggi Islam yang aktif berkontribusi dalam penguatan pendidikan global yang berkeadaban, berdaya saing, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.


Artikel Lainya

Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu

article
Cari Kampus dengan P...
16 Apr 2026
Bogor – Sedang mencari kampus dengan program internasional di Bogor? Universitas Ibn Khaldun Bogor (UIKA) hadir dengan peluang global nyata melalui pertukaran mahasiswa, riset internasional, dan program magang luar negeri.Di tengah tuntutan globalisasi, pengalaman internasional kini menjadi nilai tambah penting bagi pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi. Tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.Menjawab kebutuhan tersebut, UIKA terus memperkuat program internasional melalui kerja sama dengan berbagai institusi luar negeri. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas sekaligus membuka akses mahasiswa ke jejaring global.Mahasiswa UIKA memiliki kesempatan untuk mengikuti berbagai program unggulan, di antaranya pertukaran mahasiswa (student exchange), kolaborasi riset lintas negara, kolokium dan seminar internasional, serta berbagai kegiatan akademik global lainnya.Selain itu, tersedia pula program magang internasional (international internship), Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional, short course, hingga internship dan professional exposure yang memberikan pengalaman langsung di lingkungan kerja global.Rektor Mujahidin menegaskan bahwa internasionalisasi menjadi bagian penting dalam pengembangan kualitas lulusan.“Kami ingin mahasiswa UIKA memiliki keunggulan kompetitif melalui wawasan global dan pengalaman internasional. Ini menjadi bekal penting agar mereka siap bersaing di masa depan,” ujarnya.Tidak hanya membuka akses ke luar negeri, UIKA juga mulai menarik minat mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan di Bogor. Kehadiran mahasiswa internasional ini menciptakan lingkungan akademik yang lebih dinamis dan membuka peluang interaksi lintas budaya secara langsung.Salah satu mahasiswa yang merasakan langsung manfaat program internasional tersebut adalah Islam Syamil Fatahillah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIKA Bogor.“Saya bersyukur bisa kuliah di UIKA dan mengikuti program internasional berupa magang selama 6 bulan di Arab Saudi. Selain itu, saya juga berkesempatan mengikuti berbagai kegiatan di Turki dan beberapa negara lainnya. Pengalaman ini sangat berharga dan membuka wawasan saya secara global,” ungkapnya.Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa program internasional di UIKA tidak hanya bersifat konsep, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi mahasiswa.Dengan pendekatan tersebut, UIKA menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik dan eksposur global yang relevan dengan kebutuhan zaman.Bagi pelajar yang ingin merasakan pengalaman kuliah dengan perspektif internasional tanpa harus jauh dari Indonesia, Universitas Ibn Khaldun Bogor menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan.Dengan berbagai program internasional yang terus dikembangkan, UIKA tidak hanya menawarkan pendidikan tinggi, tetapi juga membuka jalan menuju peluang global yang nyata.Bagi Anda yang ingin kuliah dengan pengalaman lebih luas dan siap menghadapi dunia global, inilah saat yang tepat untuk mulai menentukan pilihan.
Baca Selengkapnya
article
Prof. Widyasari Diku...
10 Apr 2026
Bogor, 31 Maret 2026 — Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor resmi mengukuhkan Prof. Dr. Widyasari, M.Pd. sebagai Guru Besar melalui Sidang Terbuka Senat Akademik yang berlangsung di Auditorium Prof. Abdullah Siddiq, S.H., Selasa (31/3/2026). Dalam momentum akademik tersebut, Prof. Widyasari menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Sumber Belajar Digital sebagai Investasi Peradaban Muslim: Dari Manuskrip menuju Metadata”, yang menyoroti transformasi fundamental dunia pendidikan di era digital. Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan yang tidak dapat dibendung. Transformasi ini telah merambah seluruh aspek kehidupan, termasuk pendidikan, yang kini bergerak dari sekadar wacana menuju implementasi nyata. “Digitalisasi adalah arus yang tak terbendung dan pendidikan menjadi salah satu sektor yang mengalami transformasi paling signifikan,” Prof. Widyasari menjelaskan bahwa di tengah derasnya arus teknologi, dunia pendidikan menghadapi tantangan serius, mulai dari kesenjangan akses di wilayah 3T hingga risiko ketergantungan digital yang dapat menggerus daya kritis peserta didik. Namun demikian, ia menekankan bahwa teknologi tidak boleh diposisikan hanya sebagai alat, melainkan sebagai solusi strategis dalam menciptakan pengalaman belajar yang efektif, efisien, dan bermakna. Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa teknologi pendidikan harus berperan dalam mendesain sistem pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas hasil belajar sekaligus membangun motivasi intrinsik peserta didik. Hal ini sejalan dengan definisi teknologi pendidikan sebagai praktik ilmiah dan etis untuk memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja manusia. Salah satu poin penting dalam orasi tersebut adalah konsep transformasi sumber belajar, dari bentuk konvensional seperti manuskrip menuju format digital berbasis metadata yang lebih terbuka, terintegrasi, dan dapat diakses lintas ruang dan waktu. Prof. Widyasari juga memaparkan rekam jejak penelitiannya dalam pengembangan sumber belajar digital, di antaranya:Model Integrated Digital Online Library (IDOL) yang terintegrasi dengan Perpustakaan NasionalPengembangan bahan ajar berbasis LMS untuk komunitas Muslim diaspora di JepangModel pembelajaran berbasis metaverse di perguruan tinggiInovasi terbaru berupa platform Open Educational Resources (OER) berbasis AI dan Smart Education Platform Inovasi-inovasi tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital bukan sekadar konsep, melainkan telah diimplementasikan secara nyata dan berdampak luas, bahkan hingga lintas negara. Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian akademik Prof. Widyasari. Menurutnya, pengukuhan Guru Besar ini bukan hanya kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi energi baru dalam memperkuat arah pengembangan keilmuan di UIKA. Ia menegaskan bahwa sosok Prof. Widyasari merepresentasikan akademisi yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga produktif dalam inovasi dan relevan dengan kebutuhan zaman. “Kami sangat mengapresiasi capaian ini. Prof. Widyasari tidak hanya mencapai puncak akademik, tetapi juga menghadirkan gagasan dan inovasi nyata yang berdampak luas bagi pengembangan pendidikan, khususnya dalam transformasi digital,” ujar Rektor. Lebih lanjut, Rektor menambahkan bahwa UIKA Bogor akan terus mendorong lahirnya Guru Besar yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan peradaban. Menariknya, orasi ini tidak hanya berdimensi akademik, tetapi juga spiritual. Prof. Widyasari menegaskan bahwa pengembangan sumber belajar digital merupakan bagian dari amal jariyah, yakni ilmu yang terus mengalir manfaatnya meskipun penciptanya telah tiada. “Sumber belajar digital yang kita rancang hari ini adalah investasi peradaban Muslim — warisan ilmiah yang akan terus hidup, melampaui batas ruang dan waktu.”Menurutnya, transformasi dari manuskrip ke metadata bukan hanya perubahan bentuk, tetapi perubahan paradigma—dari ilmu yang terbatas menjadi ilmu yang terbuka, kolaboratif, dan berkelanjutan. Sidang pengukuhan ini sekaligus menjadi simbol komitmen UIKA Bogor dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan berbasis teknologi dan nilai-nilai keislaman, serta memperkuat peran akademisi sebagai motor penggerak peradaban. Dengan pengukuhan ini, Prof. Widyasari diharapkan tidak hanya menjadi simbol capaian akademik tertinggi, tetapi juga menjadi pelopor dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan tantangan global dan kebutuhan umat di era digital.
Baca Selengkapnya
Menu
Profil
Riwayat