Kunjungi UIKA Bogor, Ustadz Abdul Somad Tekankan Pentingnya Adab dalam Menuntut Ilmu di Era Digital

27 Januari 2026 • Oleh Universitas Ibn Khaldun Bogor

Bogor — Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menggelar Kuliah Umum bersama Ustadz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D., pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Masjid Ibn Khaldun UIKA Bogor. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 3.000 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta jamaah umum.


Kuliah umum yang mengusung tema “Menjadi Generasi Muda Beradab, Kompeten, dan Berdampak” ini merupakan bagian dari komitmen UIKA Bogor dalam mengintegrasikan nilai keislaman dan keilmuan dalam proses pendidikan serta pembinaan karakter sivitas akademika secara berkelanjutan.


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Rektor UIKA Bogor Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., jajaran pimpinan universitas, pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Ibn Khaldun Bogor, unsur pimpinan daerah, tokoh masyarakat, serta sivitas akademika UIKA Bogor.


Dalam penyampaiannya, Ustadz Abdul Somad menegaskan bahwa adab dan akhlak merupakan fondasi utama dalam menuntut ilmu, terutama di tengah tantangan era digital yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari bagaimana ilmu yang dimiliki mampu membentuk karakter, sikap, dan tanggung jawab sosial.


“Ilmu harus dibarengi dengan adab. Tanpa adab, ilmu kehilangan maknanya,” ujar Ustadz Abdul Somad di hadapan peserta kuliah umum.


UAS juga mengajak mahasiswa UIKA Bogor untuk menjadi generasi yang berdampak, yakni generasi yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan bangsa. Ia menekankan pentingnya kompetensi sesuai bidang dan minat masing-masing, serta kesungguhan dalam menekuni keahlian tersebut sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.


Pada kesempatan tersebut, Ustadz Abdul Somad turut mengapresiasi keberadaan Masjid Ibn Khaldun yang berada di jantung Kampus UIKA Bogor. Menurutnya, masjid kampus memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter, keilmuan, dan penguatan spiritualitas sivitas akademika.


Selain penyampaian materi kuliah umum, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan undian berupa 10 buku karya Ustadz Abdul Somad bagi peserta yang mengikuti rangkaian acara. UAS pun mengungkapkan kekagumannya terhadap mahasiswa UIKA Bogor yang dinilai tertib, santun, dan menjaga adab selama kegiatan berlangsung.


Melalui kegiatan ini, UIKA Bogor berharap mahasiswa dan seluruh sivitas akademika semakin menyadari pentingnya keseimbangan antara keilmuan, adab, dan kontribusi nyata, sehingga mampu menjadi generasi unggul yang berakhlak, berdaya saing, dan siap menjawab tantangan zaman.

Artikel Lainya

Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu

article
Kuliah Umum UIKA Bog...
27 Jan 2026
Bogor — Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan karakter mahasiswa melalui kegiatan Kuliah Umum bersama Ustadz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D., yang digelar pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Masjid Al Hijri UIKA Bogor.Kuliah umum yang mengangkat tema “Menjadi Generasi Muda Beradab, Kompeten, dan Berdampak” ini diikuti oleh mahasiswa UIKA Bogor serta masyarakat umum. Kehadiran UAS disambut antusias, sekaligus menjadi momentum refleksi tentang peran mahasiswa di tengah dinamika sosial dan perkembangan zaman.Dalam pemaparannya, Ustadz Abdul Somad mengapresiasi keberadaan masjid di jantung kampus UIKA Bogor. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas keilmuan, pembinaan karakter, dan penguatan spiritualitas mahasiswa.“Masjid di kampus bukan sekadar bangunan, tapi pusat peradaban. Dari sinilah lahir generasi berilmu yang beradab,” ujar UAS.UAS juga menekankan bahwa manusia pada dasarnya terbagi dalam tiga golongan, yakni pejuang, penikmat, dan penghancur. Mahasiswa, kata dia, harus memilih peran sebagai pejuang—mereka yang mampu memberi manfaat dan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.Lebih lanjut, UAS mengingatkan bahwa untuk bisa berdampak, mahasiswa harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan minat dan bidangnya masing-masing. Ia mendorong mahasiswa agar fokus mendalami keahlian yang benar-benar dikuasai, bukan sekadar mengikuti tren.“Jangan menekuni bidang yang tidak disukai. Kalau tidak suka menghadapi orang banyak, jangan ambil itu. Berkompetenlah sesuai dengan bidang masing-masing,” tegasnya.Selain menyampaikan materi kuliah umum, Ustadz Abdul Somad juga memberikan undian berupa 10 buku kepada peserta yang mengikuti kegiatan. Ia turut mengungkapkan kekagumannya terhadap mahasiswa UIKA Bogor yang dinilai tertib, santun, dan menjaga adab selama kegiatan berlangsung di dalam masjid.Melalui kegiatan ini, UIKA Bogor menegaskan perannya dalam mengintegrasikan nilai keislaman, keilmuan, dan pembinaan karakter secara berkelanjutan. Kuliah umum ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran mahasiswa akan pentingnya adab, kompetensi, serta kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beragama.
Baca Selengkapnya
article
Kuliah Umum Bersama...
06 Jan 2026
Bogor, 25 Oktober 2025 — Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menerima kunjungan istimewa dari His Excellency Man Sokry, Wakil Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Kerajaan Kamboja, dalam agenda Silaturahmi dan Kuliah Umum bertema “Pengalaman Belajar dan Nilai Kehidupan di Pesantren Ulil Albaab”. Kegiatan ini digelar di Ruang Conference 2 UIKA Bogor dan dihadiri oleh Rektor UIKA beserta jajaran Wakil Rektor, para pengasuh, dan mahasantri Pesantren Ulil Albaab.Dalam kesempatan tersebut, Man Sokry mengenang masa belajarnya sebagai alumni Pesantren Ulil Albaab UIKA Bogor. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya hingga dipercaya mengemban amanah sebagai pejabat negara di Kamboja.Menurutnya, nilai-nilai keislaman seperti keikhlasan, kerja sama, disiplin, dan rasa tanggung jawab yang ditanamkan di pesantren menjadi fondasi kuat dalam menjalani karier dan kehidupan bermasyarakat. Ia turut memberikan motivasi agar mahasiswa tidak berhenti belajar dan selalu rendah hati dalam mencari ilmu.“Kalau ada hal yang belum kita pahami, jangan gengsi untuk bertanya. Walaupun kita punya jabatan tinggi, kita tetap harus rendah hati. Jangan meremehkan orang lain, karena mungkin dia bisa sesuatu yang kita belum bisa,” pesan Man Sokry.Acara juga diisi dengan nasehat dari Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc. selaku Pembina Pesantren Ulil Albaab. Dalam pesannya, Prof. Didin menekankan pentingnya proses yang benar dalam menjalani kehidupan, serta menjadikan niat lillahi ta‘ala sebagai dasar setiap amal perbuatan.“Hidup ini harus dijalani dengan proses yang benar. Jangan terlalu berorientasi pada hasil, tetapi lakukan setiap hal dengan niat lillahi ta‘ala. Dari keikhlasanlah muncul kekuatan dan ketenangan dalam beramal,” ungkap Prof. Didin.Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 50 peserta yang terdiri dari mahasiswa, santri, dan para pengasuh pesantren. Kehadiran tokoh internasional yang merupakan alumni UIKA Bogor ini disambut antusias sebagai bukti bahwa UIKA mampu melahirkan pemimpin berkarakter di tingkat global.Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, UIKA Bogor berharap hubungan silaturahmi lintas negara semakin erat serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan santri untuk terus berprestasi, mengharumkan nama kampus, dan menebar manfaat bagi umat dan bangsa.
Baca Selengkapnya
Menu
Profil
Riwayat