UIKA Bogor Gelar Ramadhan Leadership Summit 2025 untuk Pembinaan Kepemimpinan OSIS dan Rohis

19 Juni 2025 • Oleh Universitas Ibn Khaldun Bogor

Bogor, 22 Maret 2025 – Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor sukses menggelar Ramadhan Leadership Summit 2025, sebuah program pembinaan kepemimpinan bagi Ketua OSIS dan Ketua Rohis dari berbagai SMA sederajat. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat hingga Ahad (21-23 Maret 2025), ini diikuti oleh 88 peserta dari Kota dan Kabupaten Bogor serta dari luar daerah.

 

Ramadhan Leadership Summit Batch 2025 merupakan kegiatan ke dua kalinya yang diselenggarakan dengan tujuan membekali peserta dengan keterampilan kepemimpinan, memperkuat karakter dan spiritualitas selama bulan Ramadhan, serta memperkenalkan UIKA Bogor sebagai institusi pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang membangun jaringan dan kolaborasi antar peserta.

 

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pelatihan langsung dari mahasiswa terbaik UIKA yang tergabung dalam Duta Kampus, serta pembinaan intensif dari para pakar dan pemimpin di Kota Bogor. Beberapa tokoh yang hadir sebagai narasumber antara lain:

 

  • Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si. – Rektor UIKA Bogor
  • Prof. Dr. Hj. Maemunah Sa’diyah, M.Ag. – Wakil Rektor Bidang Akademik
  • Prof. Renea Shinta Aminda, S.E., M.M. – Wakil Rektor Bidang Pengelolaan Sumberdaya
  • Hambari, M.A., Ph.D. – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Dakwah
  • Budi Susetyo – Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Inovasi, dan Pengembangan
  • Prof. Dr. Hj. Imas Kania Rahman – Dekan Fakultas Agama Islam (FAI)
  • Ust. Rusdi Kasman – Kaprodi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI)
  • Rizki Fadillah – Influencer Muslim

 

Sebagai bagian dari program ini, para peserta mendapat pengalaman eksklusif seperti tur kampus, pengenalan sejarah UIKA, serta kunjungan ke ruang kerja rektor. Mereka juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan rektor dan para wakil rektor UIKA Bogor mengenai kepemimpinan dan pengelolaan organisasi.

 

Dalam sesi penutupan, Hambari, M.A., Ph.D., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Dakwah, berharap agar para peserta dapat menerapkan nilai-nilai kepemimpinan yang telah dipelajari, membangun gerakan sosial yang positif di sekolah masing-masing, serta menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.

 

“Setelah mengikuti pembinaan ini, kami berharap peserta dapat mengaplikasikan nilai-nilai kepemimpinan yang berintegritas dan Islami dalam organisasi sekolah dan kehidupan mereka. Selain itu, mereka diharapkan mampu membangun gerakan sosial yang positif di lingkungan sekolah masing-masing,” ujar Hambari.

 

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan wawasan mendalam tentang kepemimpinan dan nilai-nilai keislaman dari para pakar. Dengan adanya program ini, UIKA Bogor semakin menegaskan perannya dalam membentuk calon pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan karakter Islami yang kuat.


Artikel Lainya

Baca tips dan berita seputar perkuliahan untuk mendukung persiapan kuliahmu

article
Kuliah Umum UIKA Bog...
27 Jan 2026
Bogor — Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan karakter mahasiswa melalui kegiatan Kuliah Umum bersama Ustadz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D., yang digelar pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Masjid Al Hijri UIKA Bogor.Kuliah umum yang mengangkat tema “Menjadi Generasi Muda Beradab, Kompeten, dan Berdampak” ini diikuti oleh mahasiswa UIKA Bogor serta masyarakat umum. Kehadiran UAS disambut antusias, sekaligus menjadi momentum refleksi tentang peran mahasiswa di tengah dinamika sosial dan perkembangan zaman.Dalam pemaparannya, Ustadz Abdul Somad mengapresiasi keberadaan masjid di jantung kampus UIKA Bogor. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas keilmuan, pembinaan karakter, dan penguatan spiritualitas mahasiswa.“Masjid di kampus bukan sekadar bangunan, tapi pusat peradaban. Dari sinilah lahir generasi berilmu yang beradab,” ujar UAS.UAS juga menekankan bahwa manusia pada dasarnya terbagi dalam tiga golongan, yakni pejuang, penikmat, dan penghancur. Mahasiswa, kata dia, harus memilih peran sebagai pejuang—mereka yang mampu memberi manfaat dan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.Lebih lanjut, UAS mengingatkan bahwa untuk bisa berdampak, mahasiswa harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan minat dan bidangnya masing-masing. Ia mendorong mahasiswa agar fokus mendalami keahlian yang benar-benar dikuasai, bukan sekadar mengikuti tren.“Jangan menekuni bidang yang tidak disukai. Kalau tidak suka menghadapi orang banyak, jangan ambil itu. Berkompetenlah sesuai dengan bidang masing-masing,” tegasnya.Selain menyampaikan materi kuliah umum, Ustadz Abdul Somad juga memberikan undian berupa 10 buku kepada peserta yang mengikuti kegiatan. Ia turut mengungkapkan kekagumannya terhadap mahasiswa UIKA Bogor yang dinilai tertib, santun, dan menjaga adab selama kegiatan berlangsung di dalam masjid.Melalui kegiatan ini, UIKA Bogor menegaskan perannya dalam mengintegrasikan nilai keislaman, keilmuan, dan pembinaan karakter secara berkelanjutan. Kuliah umum ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran mahasiswa akan pentingnya adab, kompetensi, serta kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beragama.
Baca Selengkapnya
article
Kunjungi UIKA Bogor,...
27 Jan 2026
Bogor — Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menggelar Kuliah Umum bersama Ustadz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D., pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Masjid Ibn Khaldun UIKA Bogor. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 3.000 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta jamaah umum.Kuliah umum yang mengusung tema “Menjadi Generasi Muda Beradab, Kompeten, dan Berdampak” ini merupakan bagian dari komitmen UIKA Bogor dalam mengintegrasikan nilai keislaman dan keilmuan dalam proses pendidikan serta pembinaan karakter sivitas akademika secara berkelanjutan.Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Rektor UIKA Bogor Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., jajaran pimpinan universitas, pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Ibn Khaldun Bogor, unsur pimpinan daerah, tokoh masyarakat, serta sivitas akademika UIKA Bogor.Dalam penyampaiannya, Ustadz Abdul Somad menegaskan bahwa adab dan akhlak merupakan fondasi utama dalam menuntut ilmu, terutama di tengah tantangan era digital yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari bagaimana ilmu yang dimiliki mampu membentuk karakter, sikap, dan tanggung jawab sosial.“Ilmu harus dibarengi dengan adab. Tanpa adab, ilmu kehilangan maknanya,” ujar Ustadz Abdul Somad di hadapan peserta kuliah umum.UAS juga mengajak mahasiswa UIKA Bogor untuk menjadi generasi yang berdampak, yakni generasi yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan bangsa. Ia menekankan pentingnya kompetensi sesuai bidang dan minat masing-masing, serta kesungguhan dalam menekuni keahlian tersebut sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.Pada kesempatan tersebut, Ustadz Abdul Somad turut mengapresiasi keberadaan Masjid Ibn Khaldun yang berada di jantung Kampus UIKA Bogor. Menurutnya, masjid kampus memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter, keilmuan, dan penguatan spiritualitas sivitas akademika.Selain penyampaian materi kuliah umum, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan undian berupa 10 buku karya Ustadz Abdul Somad bagi peserta yang mengikuti rangkaian acara. UAS pun mengungkapkan kekagumannya terhadap mahasiswa UIKA Bogor yang dinilai tertib, santun, dan menjaga adab selama kegiatan berlangsung.Melalui kegiatan ini, UIKA Bogor berharap mahasiswa dan seluruh sivitas akademika semakin menyadari pentingnya keseimbangan antara keilmuan, adab, dan kontribusi nyata, sehingga mampu menjadi generasi unggul yang berakhlak, berdaya saing, dan siap menjawab tantangan zaman.
Baca Selengkapnya
Menu
Profil
Riwayat